Bocah laki-laki berusia 11 tahun di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat meninggal dunia setelah mengalami depresi akibat dibully oleh teman-temannya. Bocah itu diketahui dipaksa berhubungan seks dengan kucing saat difilmkan menggunakan ponsel. Video perundungan itu juga dibagikan di media sosial. Bocah itu mengalami depresi hingga meninggal saat menjalani perawatan di rumah sakit.
Ibu korban, Ti (39) mengatakan, anaknya sakit parah seminggu sebelum meninggal. Anaknya mengeluh sakit tenggorokan yang membuatnya enggan makan dan minum. Korban lebih banyak melamun dan murung.
Ti tidak menyangka anaknya dibully, karena saat itu anaknya hanya mengaku sakit tenggorokan. Bahkan anak keduanya sempat muntah-muntah saat diberi air minum.
“Kalau kami mengaku sakit tenggorokan, kami hanya memasukkan air dan muntah lagi. Kami membawanya ke rumah sakit, tetapi dia meninggal,” kata Ti mengutip Detikcom, Rabu (20/7).
Ti akhirnya melihat video bullying yang menimpa anaknya. Dia telah bertanya kepada putranya mengapa dia ingin melakukan tindakan ini. Korban menjawab bahwa dia dipaksa dan dipukuli oleh teman-temannya.
“Anak saya sering mengaku dipukul teman-temannya. Tapi mungkin bercanda. Anak saya main jauh-jauh Pak. Saya punya anak empat jadi susah diawasi. Saya juga hancur Pak, ketika melihat videonya,” kata Ti.
Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) mengidentifikasi empat pelaku intimidasi yang membunuh bocah itu.
“Tersangkanya empat orang,” kata Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya Ato Rinanto, Kamis (21/7).
Ato mengatakan, KPAID terus memantau kasus miris yang dialami bocah berusia 11 tahun itu. Selain membantu korban, KPAID juga akan membantu dari pihak pelaku. KPAID mengantisipasi agar para terduga pelaku tidak menjadi korban bullying lagi setelah kejadian tersebut.