Nindy Ayunda mengaku diteror dan diintimidasi dengan laporan terhadap Nikita Mirzani. Pengakuan Nindy Ayunda diancam oleh orang tak dikenal, kata kuasa hukum Dito Mahendra, Yafet Rissy.
“Sejak adanya laporan terhadap Nikita Mirzani di Polres Serang Kota, tekanan intimidasi dan teror terhadap Nindy meningkat,” kata Yafet Rissy.
“Termasuk menjelang deadline pemenuhan panggilan kedua, ada pihak tertentu yang menelepon dengan kata-kata yang sifatnya intimidatif, cenderung melecehkan dan ada fakta, pihak tertentu yang membuntuti,” tambahnya.
Yafet mengatakan bahwa Nindy Ayunda menerima telepon itu. Saat diangkat, Nindy Ayunda justru mendapat intimidasi dan pelecehan. Tak hanya itu, mantan istri Askara Parasady ini juga mengaku diikuti oleh seseorang yang tidak dikenalnya. Lebih lanjut, Yafet menduga ada pihak ketiga yang mencoba mengusut kasus kliennya.
“Ada pihak-pihak tertentu yang mencoba menunggangi kasus ini,” tukasnya.
“Hari senin, surat sudah kita terbitkan.”
“Memang udah kewajiban dari kita, jika memang ada pemanggilan ke-3 tidak dapat menghadap, berati kita membawa,” ucap AKP Nurma Dewi.
Nindy Ayunda diancam akan dijemput paksa karena sudah tiga kali mangkir dari pemeriksaan sebagai saksi kasus dugaan kurungan. Penyidik ​​Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan mengeluarkan surat perintah penjemputan paksa. Demikian disampaikan Humas Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Nurma Dewi.
“Jadi kita tadi menanyakan kepada penyidik untuk alasannya juga belum bisa dikonfirmasi dari sana (pihak Nindy Ayunda),” jelas AKP Nurma Dewi.
Penyidik ​​Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan telah memanggil Nindy. Yakni pada 30 Juni 2022, 11 Juli 2022 dan terakhir pada 18 Juli 2022. Namun, Nindy Ayunda tidak memberikan keterangan terkait ketidakhadirannya kepada penyidik.