Kabar duka datang dari keluarga besar Srimulat. Istri Tessy, Sri Handayani, meninggal dunia.

Keluarga besar Srimulat datang berkunjung ke rumah Tessy. Kadir bercerita tentang kondisi istri Tessy yang juga aktor di Srimulat. Istri Tessy memiliki beberapa penyakit. Penyakit ini membutuhkan penanganan yang serius.

“Ibu mengalami komplikasi, seperti diabetes, tekanan darah tinggi, perut dan usia tua.” kata Tery Hendratmo, ditemui di rumah duka di kawasan Kampung Makasar, Jakarta Timur, Selasa (28/6/2022).

“Sudah kurang lebih lama, hampir 15 tahun,”

“Pertama yang pasti itu kencing manis. Memang kalau diabetes itu penyakit yang butuh penanganan serius untuk banyak hal,”

Berawal dari kencing manis akhirnya berujung pada penyakit lain. Penyakit itu menyebar ke beberapa organ tubuhnya.

“Saya dirawat di RS Polri, lalu di RSCM.”

“Di RS Polri selama seminggu karena perutnya kambuh.”

“Di RSCM ada kontrolnya, siapa yang tahu riwayat ibu, ya di RSCM,” jelasnya.

Sebelum Sri Handayani meninggal, putra Tessy Srimulat mengatakan ibunya tidak mengeluh sakit. Bahkan, jangan mengeluh saat penyakitnya kambuh.

“Nyeri ibu saya biasanya kambuh, dia tidak merasakan sakit.”

“Aku juga tidak mengeluh, aku tidak mengerang seperti biasanya.”

“Dan memang semuanya dipermudah,” kata Terry Hendratmo.

“Seiring usia, kencing manis dampaknya luar biasa dan bisa merembet ke organ lain, seperti paru-paru, ginjal, hati dan lain-lain,” lanjut Kadir.

Ternyata penyakit lain juga menggerogoti tubuh istri Tessy. Polo menambahkan cerita lain tentang penyakit Sri Handayani.

Tessy masih sangat terpukul dengan kepergian istrinya. Sri Handayani meninggal dunia pada Senin 27 Juni 2022 sekitar pukul 23:58 WIB. Hari ini, istri Tessy akan dimakamkan di TPU Kampung Asem, Jakarta Timur.

“Namun karena kondisi masih lemah, sehingga dokter enggak berani ambil tindakan. Pertimbangannya ya karena faktor usia dan kondisi yang lemah,” kata Polo.

Terry Hendratmo juga sempat mengucapkan terima kasih kepada para tetangga yang telah membantu dan pihak rumah sakit yang merawat Sri Handayani saat masih hidup.

“Saya berterima kasih kepada tetangga saya, RS Polri, RS Cipto yang telah memberikan pelayanan yang baik hingga ibu saya dirawat di sana juga.”

“Alhamdulillah, ibu pergi dengan tenang,” kata Terry Hendratmo.