Pesawat Citilink Q-307 rute Surabaya-Makassar melakukan pendaratan darurat di Bandara Juanda, Surabaya, karena pilotnya sakit. Salah satu penumpang menceritakan kisah menegangkan ketika awak kabin melaporkan keadaan darurat ini.
Salah satu kisah menegangkan tersebut diungkapkan Wine melalui akun Twitter miliknya, @penikmattkata, Jumat (22/7/2022). detikcom telah mendapatkan izin untuk mengutip cerita ini.
Wine mengaku sebagai penumpang Citilink Q-307 penerbangan rute Surabaya-Makassar. Saat itu Wine bersama istri dan kedua mertuanya berangkat dari Surabaya pada 16 Juli 2022.
Anggur baru saja melaksanakan kontrak pernikahan. Dia dan istrinya duduk di kursi 24D & 24C. Sedangkan kedua mertuanya duduk di 24B & 24A. Menurutnya, saat itu semuanya berjalan normal. Bahkan proses take off berjalan lancar tanpa kendala apapun.
“Awalnya semua berjalan normal, cuaca tampak bersahabat, take-off berjalan lancar tanpa ada masalah berarti,” kata Wine dalam cuitannya.
Namun, situasi kemudian mulai berubah ketika pramugari mengajukan pertanyaan kepada penumpang ‘adakah yang bekerja sebagai dokter atau perawat?’. Para penumpang mulai bertanya-tanya.
“Tapi setelah beberapa menit di udara, tiba-tiba pramugari bertanya kepada penumpang, ‘Apakah ada dokter atau perawat di penerbangan ini?’ Setelah beberapa saat kebetulan ada dokter yang berada di dalam penerbangan ini, di benak kami para penumpang bertanya-tanya,” ujarnya.
“Ada apa? Apa yang terjadi? Salah satu penumpang mengatakan ‘biasanya seseorang ingin melahirkan sampai dipanggil untuk bantuan medis’, karena kami tidak tahu apa yang terjadi, kami terus bertanya ada apa, siapa yang sakit? atau seperti apa situasinya,” lanjutnya.
Dia menggambarkan keadaan pesawat berubah saat pemberitahuan. Pesawat itu seperti terbang rendah dan hanya berputar-putar di atas air. Situasi semakin mencekam ketika pramugari mengajukan pertanyaan ‘adakah pilot yang bisa menerbangkan pesawat?’.