Tamara Bleszynski melaporkan dugaan penggelapan aset berupa hotel di kawasan Cipanas, Jawa Barat. Tamara melaporkan tiga orang pengelola hotel ke Polda Jabar. Ibu Teuku Rasya mengaku selama hotel beroperasi, ia tidak pernah terlibat dan tidak pernah mendapatkan haknya. Namun, dia justru diminta untuk menandatangani utang hotel tersebut.

“Kebetulan saya di Bali mengasuh anak saya, saya tidak tahu ini sama sekali, dan kami tidak mendapatkan hasil itu. Meski begitu, saya masih sabar, tetapi setelah mengambil hutang lagi, saya khawatir jika ada yang salah dengan saya, apa yang akan terjadi pada anak saya,” kata Tamara dalam konferensi pers yang diadakan di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Rabu (22/6).

Didampingi pengacaranya, Tamara Bleszynski mengunjungi Mabes Polri, Jakarta, Selasa (13/10/2021). Ia datang untuk mengadukan kerugian materil yang diderita.

Kuasa hukum Tamara mengungkapkan, kliennya merugi puluhan miliar rupiah. Namun, laporan tersebut belum diterima, masih harus melengkapi beberapa dokumen.

“Pihak penyidik masih membantu meminta kami memenuhi beberapa dokumen terkait. Jadi kami masih sedikit lagi kerja untuk mencari keadilan ini. Mudah-mudahan segera terpenuhi,” tutur pengacara mantan istri Mike Lewis, T. Djohansyah, Rabu (13/10/2021).

Tamara mengaku bisa mengungkap banyak hal terkait masalah ini. Ia hanya meminta doa agar pelaporan berjalan lancar.

“Saya mau berterima kasih kepada semua teman-teman, kepada keluarga saya yang juga sudah berdoa supaya saya bisa mendapatkan keadilan,” ujar Tamara dengan mata berkaca-kaca saat ditemui di Bareskrim, Selasa (12/10/2021).

“Saya belum bisa ngomong banyak, karena saya tidak bisa mendahului. Saya hanya mohon doanya. Mudah-mudahan ada keadilan bagi saya dan orang-orang lain yang terlibat di dalamnya,” katanya.

Sementara itu, Tamara mengaku telah menderita belasan tahun. Tamara mengklaim dia tidak bisa berbuat banyak kecuali meminta bantuan negara.

“Saya udah sampai tidak bisa berbuat apa-apa kecuali menanyakan keadilan, kepada…. Gimana hukumnya. Saya sudah belasan tahun menderita. Saya sedih sekali. Saya tidak ada jalan lain kecuali menanyakan kepada negara. Mohon bantu doa, semoga sekali lagi keadilan berpihak pada saya,” ucap Tamara.

Diketahui, Tamara mengunjungi Bareskrim Polri siang tadi. Dia keluar pada sore hari.